10:38 WIB
Sabtu , 25 November 2017
Diposting tanggal: 13 April 2017, 15:41:49 WIB

Terinspirasi Film Peraih Oscars 2017 'Manchester By The Sea', Suami Istri Ini Membunuh Anak Mereka

Terinspirasi Film Peraih Oscars 2017 'Manchester By The Sea', Suami Istri Ini Membunuh Anak Mereka
Suami-Istri tega membunuh buah hatinya

Film yang dianugerahi Best Original Screenplay dalam ajang Oscars 2017 lalu, Manchester By The Sea sangatlah menguras emosi. Film yang menceritakan rasa depresi seorang ayah yang tidak sengaja membunuh kedua anaknya ini, rupanya malah jadi inspirasi sepasang suami istri di Amerika untuk membunuh buah hati mereka. 

Pada 28 Februari lalu, Jeffrey Franklin yang berusia 16 tahun ditemukan tewas di dalam rumah yang hangus terbakar di Mount Upton, New York. Ia tinggal bersama kedua orang tua yang mengadopsinya, Ernest Franklin (35) dan Heather Franklin (33) di rumah tersebut. Hasil penyidikan menemukan bahwa tidak ada asap dalam mulut atau saluran pernapasan Jeffrey yang memiliki gangguan pendengaran (tuli) ini, yang seharusnya jika meninggal akibat kebakaran tersebut.

Diperkirakan Jeffrey telah dibunuh sebelum rumah tersebut dibakar. Menurut jaksa dalam kasus tersebut, Joseph McBride, Heather menonton film Manchester By The Sea sebelum kejadian. Dalam film tersebut, pemeran utama yang dibintangi Casey Affleck tidak bisa dihukum karena perbuatannya tidak disengaja.

"Tidak lebih dari dua jam setelah pasangan suami istri ini menonton film, Jeffrey meninggal," ujarnya seperti dikutip dari laman People.com. Joseph menambahkan bahwa kondisi Jeffrey yang juga menderita masalah usus dan pengaturan urin, sering memicu ketegangan dalam keluarga. Diperkirakan Heather mengendarai mobil keluar rumahnya dan tidak kembali hingga rumah mereka habis dilalap api.

Meski mengaku membeli obat di salah satu supermarket, bukti menunjukkan Heather tidak pernah tiba di supermarket. Sang suami, Ernest diduga tidak menolong Jeffrey sama sekali. Ernest terlihat tenang dan hanya menunjukkan posisi Jeffrey ketika polisi tiba di rumahnya. Pengacara Heather kini mengusahakan penangguhan penahanan karena Heather tengah hamil dan pernah mengalami keguguran 1,5 tahun yang lalu.

Jika terukti bersalah, pasangan terancam hukuman maksimal 25 tahun penjara. (sek-red)